Obesitas TV

Benda terakhir yang aku sentuh sebelum tidur adalah remote TV. Benda pertama yang ku sentuh ketika bangun tidur adalah remote TV.  Hal itu seperti ritual rutinitas, walaupun kadang aku tak menyimak apa yang disiarkan. Kebanyakan yang aku simak adalah siaran berita, beritanya pun hampir sama dari pagi kemalam dengan narasi yang berbeda (untuk stasiun TV nasional).

Obesitas TV

Obesitas TV

Menonton TV tanpa kita sadari adalah kegiatan konsumsi (definisi ID dan EN). Secara bebas, saya mendifinisikan konsumsi sebagai kegiatan pemenuhan kebutuhan kita akan suatu hal, misal makan, pakaian, pendidikan dan informasi. Penonton dijejali dengan informasi-informasi dan paket hiburan yang tanpa kita sadari kita akan terus mengkonsumsi apa yang kita lihat. Sering kita dengar istilah TV junkie,

Continue reading

, , , , ,

Dear kotakotak…

Lama sudah aku meninggalkanmu. Secercah rindupun bersahabat denganku. Yah, mungkin kesibukan bisa menjadi alasan, namun tetap tak bisa menggantikanmu. Beberapa peristiwa terlewati tanpa terungkap olehmu. Sekarang kita mulai bercerita…

Kerjaan Baru..

Continue reading

, ,

Buku Kopi Merah Putih (obrolan pahit manis Indonesia)

cover Kopi Merah Putih

cover Kopi Merah Putih

Malam ini kopdar mini dengan temen-temen BBC sekalian nyoba tempat nongkrong di Denpasar. Kali ini memilih emper toko jalan thamrin Denpasar,  tepatnya sebelah utara bioskop wisata yang menyediakan menu nasi jenggo dan ada penjual satenya juga. Tempatnya lumayan rame, karena merpukan jalur padat di Denpasar (arah menuju jalan Gajahmada). Keberadaan komplek pertokoan, dekat dengan pasar dan bioskop membuat keramaian bervariasi dari pedagang, pengunjung, dan abegeh yang bergandengan tangan. Setelah menyantap makanan khas malam Denpasar (nasi jenggo dan teh manis), temen-temen BBC meneruskan obrolan ditrotoar pinggir jalan karena tempat makan yang terbatas sehingga menggangu pengunjung lain kalau kami berlama-lama ngobrol disana. Peserta yang hadir saya absen dulu : Anton M, Lode, Bani, Novan, Ikha, MeQ, Bli Nyoman Suardana, dan Chris+nyonya (klo gak salah namanya Endang?!). Obrolan santai seputar keseharian dan rencana kegiatan BBC. Masih untuk kegiatan “berbagi tak pernah rugi”

Hampir pukul sepuluh, si Bani mulai berteriak, “yah, pulang yah.. capek..” dengan ekspresi memelas. Akhirnya, kopdar minipun bubar jalan. Namun, karena jadwal malam ini bergadang saya pun menuju tempat penampungan terakhir yaitu rumah pak de yanuar (dirumah ini juga ada arie dan bowo). Sampai disana, seperti biasa disuguhi kopi dan pengiringnya plus bir dingin yang bikin malam ini makin lengkap :D. Tapi pak de Yanuar juga menyodorkan sebuah buku yang menurut beliu buku bagus kiriman dari Om Enda. Isinya ringan mengelitik dan mengena seperti rambaknya Mas Hendra WS BOC. Hmmm.. jadi inget makan siang pake rambak :).

Tiga jam berlalu, buku kecil ini pun habis saya baca. Sedikit bocoran isi bukunya :

Mengapa banyak para profesional muda — termasuk teman-teman kami — yang walaupun punya gaji sangat lumayan, tetap terlilit hutang kartu kredit? Kok bisa? Bukankah kalau mau mereka bisa melunasi tagihan setiap bulannya?

Continue reading

, , , , ,

berbagi tak pernah rugi

berbagi tak pernah rugi

berbagi tak pernah rugi

Lama tak bergerak, saya gatel pengen sedikit berbuat untuk menghangatkan suasana.
Sebenarnya ide ini sudah lama ada, kumpulan gagasan dari beberapa temen dan mungkin juga sudah ada temen lain yang melakukan.
Konsepnya adalah kita berbagi sedikit apa yang kita miliki untuk orang lain disekitar kita. Mulai dari, ilmu pengetahuan, dukungan sarana belajar dan lain-lain.

Untuk pertama saya sudah kontak Sanggar Anak Tangguh di Guwang- Gianyar untuk mengadakan pelatihan komputer dan pengenalan internet bagi anak-anak disana. Harapan saya, kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan dengan tempat berbeda-beda sekalian gathering BBC. Dah lama nih ga kopdar.. :)

Saya baru mengirimkan draft kuisioner untuk memudahkan penyiapan materi dan sarana.
Rencana kegiatan Minggu pertama bulan Juni untuk pelatihan dan minggu ke-2 untuk evaluasi.
Saya digandeng dan didukung oleh Sloka Institute dalam mempersiapakan kegiatan ini, namun juga sangat membutuhkan
kerjasama dan dukungan temen-temen BBC agar acara ini bisa terlaksana dengan baik.
Jadi rencananya Sloka dan BBC akan duet untuk mencerdaskan bangsa.. hahaha..

Untuk kelanjutan perkembangan kegiatan bisa diikuti di milis BBC

Continue reading

, , , ,

What for??

t-shirt for vote

t-shirt for vote

“Kamu golput ya?” selidik sorang teman setelah saya tawari desain kaos yang saya buat dalam rangka pemilu 2009. Hasil jadi memang sedikit berbeda dengan desain awal karena masukan dari beberapa teman yang menilai disain awal kurang tepat. Awalnya “Voted” saya rubah menjadi “Vote” yang memang jika diartikan dalam bahasa Indonesia akan berbeda secara harfiah. Beberapa teman juga menanyakan arti kalimat “not in your system” karena menurut mereka itu ga ada hubungannya. Jadi untuk menegaskan kembali maksud dan tujuan saya membuat t-shirt itu saya rasa perlu membuat tulisan ini.

Desain pertama “Vote, not in your system” , menurut pengartian saya ” Memilih, tidak masuk kedalam sistem kalian” . Bukan untuk mengajak orang untuk tidak peduli dan terlibat dalam pemilu 2009,

Continue reading

, , ,

Sebuah catatan GOLPUT dari TPS 25 Sidakarya.

Hari ini, Bangun siang karena tadi pagi nonton pertandingan ‘the reds’ VS ‘the blues’ yang berakhir dengan kemenangan dramatis ‘the blues’ 3-1 setelah sempat tertinggal 1-0 diawal babak pertama.
Setelah sarapan dan mandi tidak lupa mengenakan baju ‘Vote‘ untuk menunaikan hak sebagai warga negara dalam proses pemilu legislatif. Jam 11.00 meluncur ke TPS 25 yang terletak di SPPH tepat diseberang SMUN 5 Denpasar. Sampai disana teman-teman bermain dari kecil sedang berkumpul dan mengobrol selepas melakukan pencontrengan. Langsung menuju meja pendaftaran dan sedikit kesulitan karena tidak membawa undangan pemilu karena memang saya tidak dapat. Dirumah yang dapat cuma bapak dan adik yang sudah tinggal bersama suaminya. Setelah ikut mencari-cari nama saya bersama petugas akhirnya ketemu dan ternyata nama saya ada dalam DPT. Langsung masuk bilik karena TPS 25 sudah sepi dari pemilih. Setelah mencontreng dengan sedikit kebingungan akhirnya keempat kertas suara saya masukan kedalam kotaknya masing-masing.

Setelah selesai, saya keluar dan mengobrol dengan teman-teman lama yang masih mengobrol didepan TPS. Obrolannya sudah jelas massih berkisar pemilu dan aktivitas harian masing-masing. Pukul 12.20 penghitungan suara dimulai. Saya tertarik mengamati penghitungan suara karena beberapa teman juga aktif menjadi saksi beberapa parpol dengan imbalan yang lumayan untuk 1 hari kerja. Berkisar antara Rp.100.000 sampai Rp.200.000 per saksi.

Continue reading

, , , ,

Dendam saat berdendang..

Ingin ku muntahkan sumpah serapah dan amarah ini tepat kewajahmu.Mencium bau parfum mahalmu tak ubahnya menciumi bau parfum murahan pelajur dipinggir jalan. Setiap langkahmu angkuh menjamah lukaku. Semua kepalsuan ini akan membuatmu mebusuk dalam hingar bingar dunia. Hingga saat nanti, aku masih ada disini berdiri menantangmu, menunggu saat yang tepat untuk membalas dan menguburmu dalam gundahku. Sekarang tidurlah. Tidurlah yang pulas dan bermimpi. Karena mimpimu adalah gerbang kebangkitanku.

Continue reading

, ,

Pilih caleg atau partai??

Sebagai seorang calon pemilih yang masih bingung, saya sering bertanya kepada teman-teman siapa kira-kira caleg yang layak untuk diberikan hak suara yang saya miliki. Mereka biasanya merekomendasikan caleg yang mereka ketahui track record-nya baik, atau minimal mereka kenal. Yang jadi pertanyaan saya, jika caleg yang mereka (teman-teman saya rekomendasikan-red)  dan atau saya akan pilih tersebut tidak mendapatkan suara terbanyak dari parpol yang menaungi caleg tersebut, maka jumlah suara yang didapat caleg pilihan saya akan didapat oleh caleg nomor diatasnya/yg lebih banyak suaranya?? benar gitu gak sih??

Klo bener, berarti kita harus mengetahui track record caleg lainnya juga dari partai tertentu, karena bisa jadi caleg yang bersih hanya dijadikan umpan agar partainya dapat banyak suara dan nantinya diberikan kepada caleg lain berdasarkan no urut partai yg bersangkutan.

Sepertinya kita harus mengenal platform (visi-misi-haluan) partai-partai politik sebelum menentukan caleg yang layak mendapat suara kita.
Saya jadi bingung(waspada) dan berhati-hati dalam menggunakan hak suara saya.

Jika memilih adalah pilihan yang salah dan tidak memilih adalah keliru, apa yang harus kita lakukan?? Coba ada pendidikan politik waktu SMA dulu, mungkin saya tidak akan bingung begini. hihihi..

Continue reading

, , ,

Baju Nyontreng

Pemilu sudah dekat. Dan terinspirasi dengan kampanye nyontreng-nya KPU yang gencar diberbagi media saya terinspirasi untuk membuat desain dengan unsur utama “contreng”. Hasilnya seperti ini :

baju nyontreng 2009

baju nyontreng 2009

Jika dibaca : “voted” yang saya artikan suara, hak memilih, dan mengusulkan. Dan tambahan kalimat “not in your system” yang saya artikan tidak dalam sebuah sistem politik melainkan lebih menekankan pada tatanan sosial setelah pemilu. Semoga, siapapun yang menang dan terpilih dalam pemilu kali ini bisa memberikan perubahan dan kontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat. Mulai dari diri sendiri dengan ikut menyukseskan pemilu damai. Yang kalah berlapang dada menerima dan menjadikan pelajaran bahwa dalam sistem demokrasi juga ada yang menang dan kalah. Yang menang bisa menjadi penggerak perubahan untuk tatanan pemerintahan yang lebih baik.

Harapan saya, apapun hasil pemilu jangan sampai menjadi bumerang bagi masyarakat, karena biasanya konflik elite politik akan bermuara di masyarakat kecil. Biaya pemilu yang begitu besar,  jangan sampai mubazir dan menjadikan masyarakat banyak sebagai korban. Amien.

Semoga sebelum pileg 9 April baju ini sudah selesai. Amien lagi..

Continue reading

, , , ,

Tips Nyontreng pemilu legislatif 2009

Pemilu legislatif sudah dekat. Masih bingung mau milih siapa? partai apa?

Berikut beberapa tips untuk nyontreng dan memanfaatkan hak pilih anda dalam pemilu legislatif 2009. Disarankan menggunakan hati nurani+pengetahuan teknis dan logika.

  1. Jangan pilih caleg pelanggar aturan. Tinggal inget-inget siapa caleg yang masang baliho, spanduk atau atribut kampanyenya seenaknya tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat umum. Misal, menutupi rambu lalulintas. Seinget saya, dijalan drupadi dari arah jalan hayamwuruk ada poster caleg yang nutupin rambu. Dipertigaan dari sukawati menuju guwang/bypass juga ada poster yang nutupin lampu lalu lintas. jadi buat para caleg diatas, maaf deh saya ga memilih anda.

    Continue reading

    , , ,

prev posts