Pernah mengalami hari yang buruk, naas, apes, sial? Dimana seakan seluruh isi bumi gak ada yang memihak pada kita? Mo ngirim sms, operator seenak udelnya memending sampai gak tau kapan. Ngantre bayar tagihan, eh mbak tellernya minggat makan siang. Surat kontrak telat nyampe 2 hari sehingga kontrak batal, dan pak posnya pasang tampang perang. Hah… Pengen maki fuk yu ol… dan ngmbil AK-47 sambil memberondong kesegala arah.
Hah, mungkin cuma kejadian fiktip. Tapi perasaan mbulet tak karuan mungkin semua orang pernah mengalaminya. Marah? Sudah jelas. Tapi sering kali kita melampiaskannya pada orang yang ga tepat. Mungkin kita sendiri punya andil besar dalam kejadian buruk yang menimpa kita. Orang-orang disekitar kita hanya menyampaikan pesan atau perantara dari masalah/stres kita sendiri.
Mungkin kita harus menarik nafas sejenak bukan menarik pelatuk pistol kearah pak posnya. Semua yang terjadi adalah bagian dari karma kita dan semuanya adalah cuma masalah bagaimana kita menyikapinya. (Sok Bijak..) Jadi tolong jangan bunuh pak posya. Salurkan amarah dengan bijak. (emang marah bisa bijak??!!). Hahaha… (sambil lari menghunus parang dan mengejar pak pos.)













benar banget bro…
walau rasa marah tidak bisa dihilangkan begitu saja dr dalam diri manusia, tapi setidaknya kita bisa mengendalikannya bukan kita yang dikendalikan oleh rasa marah itu…
stay c00l
sabar…sabar…yang sabar toh cu…. orang sabar disayang tuhan….
*salam kenal…
udah….
semoga pak pos diterima di sisinya…
amin….
jd inget iklan rokok ijo itu
taruh gelas berisi minuman dingin ke dadamu, pasti mak nyos! apalagi disampingmu ada sobat yg akan membelamu!
saya pernah baca bukunya dalai lama
mengumbar kemarahan dan memendam kemarahan adalah sama buruknya
kemarahan harus diungkapkan dengan kata-kata teratur dan bijak.
” dan cara anda untuk menuliskannya sudah tepat.. hehehehe “