Sebagai seorang lulusan ekonomi manajemen dari salah satu kampus swasta tersohor (mahalnya) di negeri ini. Saya rasanya blom pernah menulis dan berbagi tentang ilmu yang saya dapat dikampus seputar masalah bisnis dan manajemen. entah mengapa, baru kali ini saya terbersit untuk menulisnya. Tapi saya rasa akan jadi basi juga mengingat banyaknya sumber lain yang lebih lengkap dan valid yang membahas hal ini. Ahhh.. paling tidak, blog ini tidak hanya dipenuhi oleh tulisan melow picisan tentang hati dan hari-hariku. Tapi untuk saat ini blom ada ide mo nulis apa tentang manajemen.. Tapi semalem sempat menghayal, seandainya saya punya uang 1 Triliun rupiah, apa yang akan saya lakukan.
Well, dengan uang sebanyak itu saya akan berinvestasi. Namun apakah saya akan memilih Bali untuk investasi uang saya yang begitu banyak?? Saya kan berpikir 4x untuk itu. Menurut analisis SWOT saya, banyak faktor yang kurang menunjang buat investasi jangka panjang di Bali terutama di bidang pariwisata yang konon sudah menjadi nafas geliat perekonomian. Beberapa faktor yang kurang mendukung investasi saya adalah :
- Pejabat korup.
- Birokrasi komplek.
- Jalan cepat rusak dan sering dibongkar, gali pipa ini dan tanem kabel itu.
- Sistem pengolahan sampah yang tidak terpadu.
- Sistem drainase yang buruk (udah mulai banjir dimana-mana)
- Ada yang mau nambahain??…
Sehingga saya akan menginvestasikan uang saya untuk memperbaiki hal-hal diatas sebelum saya investasikan di bidang Pariwisata. Karena hal-hal diatas merupakan penunjang sektor pariwisata dan kehidupan masyarakat selain alam dan budaya Bali yang sudah menjadi jualan utama.
Dengan memperbaiki hal-hal diatas investasi jangka panjang saya akan aman dan menguntungkan terus..terus… dan terus…. samapai anak cucu saya. Tapi bagaimana cara memperbaiki hal2 diatas? Pejabat bukan, Caleg bukan, Keluarga Puri bukan, ahh.. Hayalan saya buntu bertabrakan dengan realita. Gimana donk??













nyari pacar dari keluarga puri dan mungkin bisa juga calon dokter, dan berharap untuk diangkat jadi anak asuh dan nantinya akan dikasih warisan yang buuuaannnyakkk….
ditambah sikap oportunis akan menguntungkan dijaman sekarang hehee
ga usah muluk2. praktikin aja ilmu manajemenmu utk dapat perempuan dulu. abis itu baru mikir yg jauh2.
anak ekonomi mikirnya cari untung mulu yah… aheaheahe!!!
Wah analisis SWOTnya tepat tuh.
gini gus….. gitu….
analisis SWOTnya dipake buat hunting kaum hawa dulu aja, setuju ama anton! wkwkwkw….inget persiapan survive pertama, bisa masak!
GUs, kalo saya masalah berandai-andai sih, nomer satu Gus. Andai saya punya duit 1 Trilyun, 50persennya saya sumbang ke panti asuhan, 50persen sisanya ke panti jompo. Sambil berkhayal lagi biar bisa depetin duit 10 Trilyun.
bangun terowongan bawah tanah…
maksud saya apa yah?
Beli kapal phinisi… lalu jalan-jalan deh keliling Indonesia, dunia!!!
@ all : pada ngomong apa sih??? tunggu aja, ini lagi nyiapain packaging dan targeting untuk bisa dapet market share yang relevan…
maksudnya, title sarjana mu kan hanya buat modal kawin, ..