Pemasar di pasar terbuka.

Oke, ngeblog lagi…

Sekarang kita ngomongin “Marketing” yang kalo diindonesiakan menjadi Pemasaran. Klo difinisi yang didapat dari wiki :

Pemasaran adalah sebuah proses dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Jadi, segala kegiatan dalam hubungannya dalam pemuasan kebutuhan dan keinginan manusia merupakan bagian dari konsep pemasaran. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.

Wah, panjang bener dan dijelaskan dengan gamblang. 4P sendiri sering dikembangkan oleh para penulis buku menjadi 5P atau 6P dengan menambahkan variabel P lainnya seperti Packaging dan Perception. Nah, cuman saya kurang setuju dengan istilah Pemasar. Tidak mesti orang yang berkerja dibidang pemasaran yang baiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran, Karena setiap orang pasti berproses untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi perapkan konsep pemasaran (4P) diatas dapat dilihat dari dua sisi, yaitu server side (penyedia) product dan client side (subyek yang membutuhkan product). Kadang kita sebagai client side tanpa sadar telah menerapkan konsep 4P tadi dalam pemenuhan kebutuhan kita. Misal ketika, kita lapar sering kali kita mempertimbangkan 4P(Product= makan apa?, Price=kantong lagi tebal atau tipis?, Place=jauh/dekat?, Promotion=lagi punya voucer diskon apa??) sebelum memutuskan untuk makan.

Nah, ketika kita akan mengajak makan pujaan hati (gebetan), tanpa kita sadari disamping client side kita juga menjadi server side karena kita sedang memasarkan diri kita agar bisa menajadi pemenuh kebutuhan gebetan kita. Malah 4P kita diatas kita tambahkan dengan Packaging (penampilan=wangi dan bersih) sehingga Perception gebetan terhadap kita menjadi positif.  (ribet ya??)

Intinya, setiap orang adalah pemasar dan ilmu marketing bukan cuma jatah orang yang berkecimpung didunia pemasaran. Dokter, Penulis, WebDesigner, Cewek Matre dan Dagang bakso keliling juga perlu pemahaman akan konsep dasar pemasaran. Dan mereka kadang sudah menerapkannya tanpa mereka sadari.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • Ping.fm
  • Plurk
  • Tumblr
  • RSS

About tulank

sedang belajar tentang manajemen, desain, pemasaran, internet, komputer, wirausaha, politik, dan google. :)
This entry was posted in Manajemen, Review, Sekitar kita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Pemasar di pasar terbuka.

  1. rahaji says:

    The Next Hermawan Kartajaya, the replacement Reynald Kasali, the vendor Gus Tulank…

  2. ahead says:

    walah kok ujung-ujungnya ilmu kencan juga nih gus… huhuhu!!!

  3. Dek Didi says:

    The Next Hermawan Kartajaya.
    Liunin nulis ne kene Gus…

  4. podelz says:

    semua orang bisa jadi pemasar… tinggal kita setting cara pandang kita aja… agar bisa jadi pemasar…
    saya sedang belajar ttg marketing (pemasaran) di blog, silahkan mampir :D :D

  5. dani says:

    pantas saja bidang pemasaran sering juga dipegang oleh orang non ekonomi

    2P yg terakhir, packaging dan perception, di kolom komentar blog ini, sptnya jg berlaku ya, bli

    gemana kl unsur 6P itu dianalogikan sbg sebuah blog?
    utk next post boleh lah bli.. :)

  6. golda says:

    aduh.. marketing itu yg aku ngga pernah bisa ngerti deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>