Baru pulang dari kantor pajak untuk ngambil NPWP yang dijanjikan oleh petugas jadi hari jum’at lalu. Sampai dikantor pajak renon setelah antri dan menunggu lebih dari 1 jam, akhirnya dipanggil. Merasa kecewa karena mennunggu agak lama, saya menanyakan kepada pegawai yang bertugas melayani. Kenapa lama banget? kan dijanjikan hari jum’at kemaren jadinya. saya kira kalau saya ambil hari Senin sudah pasti jadi dan tinggal ambil saja. Dengan wajah cemberut sang petugas menjawab “yang ngurus kan ga cuma bapak, yang lain juga menunggu sekian lama! Klo lembarannya sudah selesai dari kemaren-kemaren pak, ini tinggal ngeprint kartu NPWP-nya” jawabnya dengan muka tertekan.
“Baiklah” jawab saya. Disatu sisi saya merasa kasihan dengan petugas ini karena tampaknya hari ini bukan hanya saya yang komplain karena menunggu lama hanya untuk mengambil kartu NPWP. Mungkin sistemnya yang perlu sedikit diperbaiki. Misal, dengan menambah jumlah karyawan yang bertugas melayani pengambilan kartu NPWP. Sehingga kalau djanjikan hari X ya hari X itu kartunya sudah jadi dan tinggal diambil, bukanya pada hari X itu baru dibuatkan. Hal-hal seperti ini mungkin sepele, namun tidak ada salahnya diperhatikan guna mewujudkan visi dan misi Direktorat Jenderal Pajak.
Setelah punya NPWP trus apa guna kartu ini pikir saya. Iseng melemper pertanyaan di twitter dan Facebook. Temen-temen menimpali dengan bercanda, ada yang bialng buat ngelamar anak orang, buat hiasan, buat dapet diskon makan dan belanjalah sampai buat ganjel dompet biar kelihatan tebel. Hehehe… Dari pernyataan temen-temen itu, membuat saya penasaran dan ingin tahu. Karena saya hanya asal buat tanpa mendapat informasi yang memadai sebelumnya.
Setelah googling, ada beberapa hal menarik yang saya baru tahu tapi blom mengerti
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pada dasarnya harus dimiliki oleh setiap orang pribadi yang memiliki penghasilan di atas batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Klo besaran tarif dan berapa besarnya PTKP bisa cek disini. Nah, coba dihitung-hitung total penghasilan kita setahun masih dalam golongan PTKP atau sudah diatasnya. Kalau saya dengan kondisi sekarang sepertinya masih bebas pajak karena pendapatan saya hanya 12 juta per tahunnya. Entahlah kalau dapet rejeki nomplok.
Saya juga blom mengerti bagaimana penentuan pendapatan orang-orang pekerja bebas (freelancer). Ada contoh disini. Tapi kalau ada yang bisa menjelaskan dengan lebih sederhana mohon saya dibantu.
- Manfaat yang lainnya adalah penerapan diskriminasi tariff pemotongan Pajak Penghasilan (PPh). Akan ada pembedaan pengenaan tariff pemotongan PPh antara orang pribadi yang memiliki NPWP dengan orang pribadi yang tidak memiliki NPWP berdasarkan RUU PPh yang akan segera disahkan. Jika tidak memiliki NPWP, maka pemotongan PPh-nya akan dilakukan dengan tariff yang lebih besar 20% dibandingkan jika memiliki NPWP. Tentu saja hal ini akan juga diterapkan di dalam pemotongan PPh pasal 21 atas gaji yang dibayarkan oleh pemberi kerja.
- Dalam praktek, ada manfaat lain terkait dengan kepemilikan NPWP. Salah satunya adalah NPWP menjadi persyaratan dalam pengajuan kredit, baik ke bank ataupun lembaga pembiayaan, sampai dengan jumlah tertentu.
- Terkait dengan fiskal luar negeri, memang ada rencana untuk membebaskan orang pribadi yang memiliki NPWP dari pemungutan fiskal luar negeri. Namun, hal ini menunggu pengesahan dari RUU PPh yang baru dan aturan pelaksanaannya. Saat ini, fiskal luar negeri yang kita bayarkan dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam penghitungan PPh untuk suatu tahun pajak.
Nah, kira-kira itu yang saya dapat dari hasil googling mengenai manfaat NPWP bagi orang pribadi. Namun saya masih bingung dengan slogan direktorat Jenderal Pajak yang berbunyi : “Lunasi pajaknya, Awasi penggunaannya!” slogan yang bagus dan berima. Tapi ada yang tau ga bagaimana cara kita mengawasi penggunaannya??













gus, nanti kalo sudah kena kerugian NPWP, aku mau tau infonya sekalian yaa…. hehehe!
kan harus ada untung dan ruginya :p
but it’s a nice info
Saya malah baru mengetahui perihal NPWP yang harus dimiliki setiap orang yang berpenghasilan diatas batas tertentu, setelah menjadi PNS.
Dulu pernah saat saya melamar pekerjaan di sebuah kontraktor swasta (tahun 2002), saat wawancara saya ditanyakan ‘apakah saya bersedia membayar pajak atas penghasilan yang saya pinta ?’ Saya katakan Tidak…
Lho kenapa ?
ya saya katakan, karena hingga kini (waktu itu) saya belum merasakan manfaat dari pajak-pajak yang selama ini dibayarkan. Wong selalu diselewengkan.
Huahahahaha… si pewawancara tertawa. Tapi berhubung perusahaan mereka adalah ‘taat pajak’ setelah dipastikan sekali lagi bahwa saya menolak bayar pajak, ya tentu saja saya tidak diluluskan. He…
Saya kemaren membantu klien bikin NPWP. Saya sebenernya pengen punya kartu NPWP, kayanya keren.
Untungnya yang kemaren, saya bikin NPWP tepat waktu. Daftar rabu, selesai kamis. Tapi, ndak pake nomor antrian. Selonong aja ke depan, trus pura-pura bego tanya ke anak magang di sana, “mbak, ambil npwp di sini ya?”
Dengan baik hati si anak magang jawab, “iya bli, coba saya cek dulu”
Ndak lama kemudian, si anak magang muncul dengan memegang kartu atas nama klien yang saya urusi NPWPnya.
@ putri : emang jualan put pake untung-rugi??
@ pande baik :sekarang bli pande mendapat manfaat pajak setiap bulan kan?? jangan lupa dipotong buat pajak lagi bli… hehehe…
@ agung : percaya deh Gung punya kartu NPWP itu gak keren. Sama seperti orang ngerokok, ga keren tapi membantu roda perekonomian. hehehe…
ya siap siap laporan ….
Suksma buat info pajaknya bos… Tiyang lagi nunggu NPWP saya keluar, lagi diurus niki.
Saya belum punya tuh, katanya sudah ada yang ngurusi.
menurutku sih kegunaan terbaik yg pernah ada…
tidak kena biaya fiskal klo mau ke luar negri
hummhh…tiap bulan laporan nihil trs kekantor pajak…
nah udah setaon saatnya bikin SPT…
bingunglah ngisi data untuk ngitung SPT nya…
biar hasilnya balance ama si NIHIL…wekekekeke…
plus ga ngerti gmn caranya ngitung SPT tahunan…(berhubung saya bukan anak ekonomi) jadi ya bayar orng d buat ngerjain…hwhehehe…
alhasil SPT sudah dibuat dan dibayaar lunas…
cm ya koq bs ya dibodohi jd nihil gt yak???wkekekekekeke….
orang bijak taat bayar pajak…..hahahhahaha