Pilih caleg atau partai??

Sebagai seorang calon pemilih yang masih bingung, saya sering bertanya kepada teman-teman siapa kira-kira caleg yang layak untuk diberikan hak suara yang saya miliki. Mereka biasanya merekomendasikan caleg yang mereka ketahui track record-nya baik, atau minimal mereka kenal. Yang jadi pertanyaan saya, jika caleg yang mereka (teman-teman saya rekomendasikan-red)  dan atau saya akan pilih tersebut tidak mendapatkan suara terbanyak dari parpol yang menaungi caleg tersebut, maka jumlah suara yang didapat caleg pilihan saya akan didapat oleh caleg nomor diatasnya/yg lebih banyak suaranya?? benar gitu gak sih??

Klo bener, berarti kita harus mengetahui track record caleg lainnya juga dari partai tertentu, karena bisa jadi caleg yang bersih hanya dijadikan umpan agar partainya dapat banyak suara dan nantinya diberikan kepada caleg lain berdasarkan no urut partai yg bersangkutan.

Sepertinya kita harus mengenal platform (visi-misi-haluan) partai-partai politik sebelum menentukan caleg yang layak mendapat suara kita.
Saya jadi bingung(waspada) dan berhati-hati dalam menggunakan hak suara saya.

Jika memilih adalah pilihan yang salah dan tidak memilih adalah keliru, apa yang harus kita lakukan?? Coba ada pendidikan politik waktu SMA dulu, mungkin saya tidak akan bingung begini. hihihi..

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • Ping.fm
  • Plurk
  • Tumblr
  • RSS

About tulank

sedang belajar tentang manajemen, desain, pemasaran, internet, komputer, wirausaha, politik, dan google. :)
This entry was posted in Review, Sendiri and tagged , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Pilih caleg atau partai??

  1. Cahya says:

    Ya…, itu berarti kita tidak boleh salah pilih.

    Salam kenal juga, Cahya.

  2. karim says:

    pilih yang berkompeten, yang paling kurang aibnya…

  3. wira says:

    saya pilih semuanya

  4. Admin says:

    @ cahya : salah pilih berarti apa?? salam kenal juga..
    @ karim : nah itu masalahnya, akses informasi untuk tau itu sangat minim. coba ada CV caleg OL. kan lebih mudah untuk diketahui kompetensi dan kadar aibnya. :)
    @ wira : Itu juga sah, asal masih dalam kolom dan dalam 1 partai. hihihi…
    @ rusa : itu juga ga apa-apa asal sesuai hati nurani. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>