Kita, Diaku dan Diamu

Entah kenapa kau masih membayangi langkahku?

Setiap hembusan angin terbisik namamu,

Dalam kilau cahaya terbesit wajahmu, dan aku hanya bisa memanggilmu lirih dalam hati.

Mungkin ini cuma impian yang bertahun lalu kita mimpikan.

Mungkin juga aku masih cinta.. mungkin!


Kita, hanya sepengal kisah masa laluku.

Kini yang ada hanya aku dan kalian.

Cerita usang yang tak pernah lelah kuceritakan.

Impian muluk yang tah henti-henti aku dongengkan.

Derita yang tak habis aku berikan padamu.

Dan itu semua telah berlalu namun masih berbekas jelas.


Dia-mu akan bertanya siapa aku dan apa yang telah kita lalui.

Dia-ku juga akan bertanya siapa kamu dan apa yang telah kita lalui.

Lalu apa jawab kita?

Ahh, kini sudah tak ada lagi kita. Kini hannya ada aku dia-ku dan kalian.

Tapi aku masih melihat langkah kita beriringan namun tak searah,

Mungkin aku masih cinta KITA

tapi tidak cinta KAMU lagi. Mungkin..


This entry was posted in Sendiri and tagged , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

6 Comments

  1. Posted October 21, 2009 at 1:59 am | Permalink

    yang lalu biarlah berlalu…. hehehe

  2. Posted October 21, 2009 at 2:07 am | Permalink

    wahaha, ternyata gus tulank bisa bikin puisi juga nok. sayang, ceritanya muter2 kayak sinetron endonesia.

  3. Posted October 21, 2009 at 6:48 am | Permalink

    mungkin aja guz..
    segala kemungkinan bisa terjadi.. :D

  4. Posted October 22, 2009 at 11:39 am | Permalink

    diana mana?
    ehehe..gustul gustul…lagi mellow yah..mangkanya jangan pelihara kumis, tambah panjang kumis tambah mellow

  5. Posted October 28, 2009 at 4:10 am | Permalink

    Wah, gustulank..futsal aja gus!

  6. Admin
    Posted October 29, 2009 at 6:29 pm | Permalink

    @wira : betul
    @anton : kadang hasrat perlu disalurkan lewat tulisan sebelum klimaks yang diputer-puter dulu :p
    @nono : yup betul! kemungkinan adalah probabilitas :p
    @riri : udah dicukur ri, tengang aja.
    @ pushandaka : siap kapten. samapai jumpa dilapangan.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>