Entah kenapa kau masih membayangi langkahku?
Setiap hembusan angin terbisik namamu,
Dalam kilau cahaya terbesit wajahmu, dan aku hanya bisa memanggilmu lirih dalam hati.
Mungkin ini cuma impian yang bertahun lalu kita mimpikan.
Mungkin juga aku masih cinta.. mungkin!
Kita, hanya sepengal kisah masa laluku.
Kini yang ada hanya aku dan kalian.
Cerita usang yang tak pernah lelah kuceritakan.
Impian muluk yang tah henti-henti aku dongengkan.
Derita yang tak habis aku berikan padamu.
Dan itu semua telah berlalu namun masih berbekas jelas.
Dia-mu akan bertanya siapa aku dan apa yang telah kita lalui.
Dia-ku juga akan bertanya siapa kamu dan apa yang telah kita lalui.
Lalu apa jawab kita?
Ahh, kini sudah tak ada lagi kita. Kini hannya ada aku dia-ku dan kalian.
Tapi aku masih melihat langkah kita beriringan namun tak searah,
Mungkin aku masih cinta KITA
tapi tidak cinta KAMU lagi. Mungkin..
6 Comments
yang lalu biarlah berlalu…. hehehe
wahaha, ternyata gus tulank bisa bikin puisi juga nok. sayang, ceritanya muter2 kayak sinetron endonesia.
mungkin aja guz..
segala kemungkinan bisa terjadi..
diana mana?
ehehe..gustul gustul…lagi mellow yah..mangkanya jangan pelihara kumis, tambah panjang kumis tambah mellow
Wah, gustulank..futsal aja gus!
@wira : betul
@anton : kadang hasrat perlu disalurkan lewat tulisan sebelum klimaks yang diputer-puter dulu :p
@nono : yup betul! kemungkinan adalah probabilitas :p
@riri : udah dicukur ri, tengang aja.
@ pushandaka : siap kapten. samapai jumpa dilapangan.