Baca koran pagi, smakin pusing dibuatnya.. Belum sempet ngopi, smakin pusing dibuatnya.. Kusapa mentari, smakin pusing dibuatnya.. Hari apa hari ini.. ga punya profesi, smakin pusing dibuatnya.. Ngutang-ngutang lagi, smakin pusing dibuatnya.. Krisis percaya diri, smakin pusing dibuatnya.. Rejeki masih sembunyi..
Woo Renald Kasali berikan aku solusi, jadi musisi, selebriti atau pegawai negri.. Ooh, VJ yang menawan, berikan aku saran lagu mana yang harus kunyanyikan.. Kalau nonton TV, smakin pusing dibuatnya.. Sinetron itu lagi, smakin pusing dibuatnya.. Kurang edukasi, smakin pusing dibuatnya.. Kita korban produk masa kini.. Read More




Kita, Diaku dan Diamu
Entah kenapa kau masih membayangi langkahku?
Setiap hembusan angin terbisik namamu,
Dalam kilau cahaya terbesit wajahmu, dan aku hanya bisa memanggilmu lirih dalam hati.
Mungkin ini cuma impian yang bertahun lalu kita mimpikan.
Mungkin juga aku masih cinta.. mungkin!
Kita, hanya sepengal kisah masa laluku.
Kini yang ada hanya aku dan kalian.
Cerita usang yang tak pernah lelah kuceritakan.
Impian muluk yang tah henti-henti aku dongengkan.
Derita yang tak habis aku berikan padamu.
Dan itu semua telah berlalu namun masih berbekas jelas.
Dia-mu akan bertanya siapa aku dan apa yang telah kita lalui.
Dia-ku juga akan bertanya siapa kamu dan apa yang telah kita lalui.
Lalu apa jawab kita?
Ahh, kini sudah tak ada lagi kita. Kini hannya ada aku dia-ku dan kalian.
Tapi aku masih melihat langkah kita beriringan namun tak searah,
Mungkin aku masih cinta KITA
tapi tidak cinta KAMU lagi. Mungkin..