Persepsiku tentang kamu…
Cerita ini aku dapet dari sebuah majalah. Tapi aku lupa kapan dan dari majalah apa. Sepertinya sudah agak lama. Beberapa tahun yang lalu mungkin.
Kita sering merasa yakin akan kebenaran sebuah hal. Misal bumi itu bulat, karena memang diajarkan seperti itu sejak SD dan kita melihat gambar/foto yang menegaskan bumi itu bulat. walupun kita tidak pernah melihat langsung bumi dari luar bumi (misal dari bulan). Tapi kita yakin bahwa bumi itu bulat.
Dengan melihat langsung kita lebih mudah percaya. Kata orang barat, seeing is believing. Seperti ketika malam cerah tak berawan. Ketika kita duduk dan memandang langit berhias bintang. (Alah, roman picisan lagi!) Ok. Begini ceritanya. Ketika kita melihat titik cahaya bintang dilangit, kita melihat letak dan formasi bintang yang sering kita namai. Ketika kita melihat bintang itu kita percaya, bahwa bintang itu ada disana (tepat disana). Namun, klo kita sedikit telaah, bahwa bintang (selain matahari) yang terdekat dengan bumi adalah Proxima Centauri. Dimana, jaraknya sekitar 4,2 tahun cahaya. Nah, 1 tahun cahaya = 9.460.730.472.580.800 kilometer (5.878.625.373.184 mil). Mulai pusing?? Isi status FB dulu biar ga pusing…
Mari lanjut…
Nah, Jarak bumi dengan bintang terdekat(Proxima Centauri) adalah 270,000 kali jarak bumi dan matahari. (sudah kebayang jauhnya??) Nah, berarti cahaya bintang yang sampai kemata kita, saat malam tak berawan, saat kesendirian menyelimuti (alah, picisan lagi!) adalah cahaya yang dikirimkan beberapa tahun yang lalu dan baru sampai bumi malam ini. Bisa saja, malam ini bintang itu sudah tidak diposisi ketika kita bayangkan sekarang. Bisa saja bintang itu telah mati atau hancur bertabrakan dengan bintang lainya. Bisa saja…
Nah, kadang apa yang kita lihat tidak selamanya benar. Kita bisa tertipu realitas semu pada sebuah keyakinan akan sebuah hal yang kita persepsikan sendiri. It’s all about perception.















oh my God…
Kata iklan, gak selamanya apa yg loe liat itu benar.. Kata XFiles, the truth is out there ….
berhubung dipaksa suruh komen, aku kasih komen dulu gus….
hehe!!
oke, jadi ngitung jarak itu gimana caranya? aheaheahe!!
**langsung pake jurus ngilang**
alah, ini toh hasilmu semedi tadi siang?
waduh… sejak kapan jd ahli astronomi?
jangan bilang gara2 suka lihat bintang di langit dlm kesendirian alias roman picisan… jadi pengen tau tt bintang ya?
hee…e…
Yups… btw… thx 4 the information….
kalu bintang jatuh itu gmn penjelasanx???
Ini hasil nongkrong di Kopi Renon?
Gimana kalo nongkrongnya di laboratorium??
hmmm …… trus yang salah sapa ? mata kita atau yang kita lihat atau keduanya ? atau dirimu ? *halah ngaco*
Ini lagi ngomongin saya ato membayangkan seandainya saya ikutan jadi CaLeg yang balihonya tetap tersenyum riang walaupun daerah disekitarnya terkurung banjir ?
@all, : Betul, setuju… kebenaran bersifat relatif. Tergantung waktu, penguasa,dahn nilai/prinsip yang dipegang. Jadi rumusnya :
Kebenaran = t (time) + G (government) x Value
# Halah, makin ngaco..
actually, gue baru tahu tntg ini. informasi yg berharga… tapi jg bisa jadi analogi yg menyentuh ya
makasih udah mampir di blog saya. salam kenal
adi pengeng aku gusss?? hahhahah pease!!
Salam kenal, blognya bagus. makasi sudah mampir di blog saya juga.
***jeg mule kuwangan get ane bakat itu’ngang,… malali seng meransel adalah “kemerdekaan yang sesungguhnya”
kyknya klo bintang sih ngga selama tahunan deh.. mungkin jam2an..