Tag Archives: puisi

Kita, Diaku dan Diamu

Entah kenapa kau masih membayangi langkahku? Setiap hembusan angin terbisik namamu, Dalam kilau cahaya terbesit wajahmu, dan aku hanya bisa memanggilmu lirih dalam hati. Mungkin ini cuma impian yang bertahun lalu kita mimpikan. Mungkin juga aku masih cinta.. mungkin! Kita, … Continue reading

Posted in Sendiri | Tagged , , | 6 Comments

Mereka menyebutmu JALANG..

Bolehkah ku maki cantikmu? Bolehkah ku hujat indahmu? Bolehkan ku cinta dustamu? Bolehkah ku damba nistamu? Sepucuk nafas lepas terhempas, berbekas.. Sehelai asa sirna terhina, menjelma.. Sepenggal kata terucap kuat mengikat.. JALANG.

Posted in Sendiri | Tagged , | 1 Comment

Mati Rasa

Perjalanan waktu merangkum cerita pahit hidup. Mencari sesuatu yang baru. Waktu memberi banyak bekal. Langkah terus mengiringi waktu. Jatuh terjebak kedalam realita cerita hidup. Jauh langkahku. Menusuk jeritan hati tuk memanggil kembali. Semua sudah terjadi. Sesal tak berarti. Lari tak … Continue reading

Posted in Sendiri | Tagged , | Leave a comment